Tampilkan postingan dengan label Tulisanku. Tampilkan semua postingan

Saat tulisan ini dibuat, saya sedang mencoba memublikasikan artikel ini melalui aplikasi pengolah kata yaitu Microsoft Office Word Home & Student Edition. Saat mencobanya, begitu sangat mudah dan menyenangkan. Selain itu sudah didukungnya pengejaan dalam bahasa Indonesia, sehingga secara otomatis akan membetulkan atau memberi pemberitahuan berupa garis bawah merah yang menandakan bahwa kata tersebut salah dalam pengetikan ataupun kata-kata tersebut tidak terdapat dalam bahasa Indonesia.

Di sini, kita dengan mudah membuat artikel yang di dalamnya terdapat fasilitas penomoran dan bulir.

Contoh penomoran:

  1. Satu
  2. Dua
  3. Tiga

Contoh bulir:

  • Bulir 1
  • Bulir 2
  • Bulir 3

Bahkan, kita juga dapat membuat tabel dengan mudah.

Contoh tabel:

Kolom 1

Kolom 2

Baris 1

Baris 1

Baris 2

Baris 2


 Sekian.

Baca Selengkapnya..

Keberadaan registry ini sudah ada sejak Windows 95. Sebab sebelum itu, Windows menggunakan berkas (file) INI (initialization) untuk mengatur sistem Windows. Sejak Windows 95 pulalah Windows menerapkan sistem 32-bit; menggantikan Windows sebelumnya yang masih 16-bit. Tak heran Windows XP sendiri sudah terbit versi yang 64-bit begitu pula dengan Windows Vista dan Windows 7 yang muncul juga tersedia dalam versi 64-bit.

Berikut adalah beberapa kunci (key) yang ada pada registry:

HKEY_CLASSES_ROOT

Berisikan berbagai hal yang dibutuhkan oleh program aplikasi agar dapat berjalan. Di antaranya, adalah jenis berkas (ekstensi berkas), asosiasi berkas tersebut dengan yang lainnya, nama pengandar (driver), ikon, informasi DDE dan OLE, nomor Class ID, serta string yang digunakan sebagai penunjuk (pointer) ke teks asli. Apa yang terdapat pada kunci ini juga terdapat pada kunci:

HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\classess.

HKEY_CURRENT_USER

Berisikan berbagai informasi mengenai pengguna (user) yang sedang menggunakan komputer alias Log In saja. Informasi yang disimpan di antaranya, map pengguna (folder user), warna layar (screen), dan Panel Kontrol (Control Panel). Bisa dibilang kunci ini yang menyimpan pengaturan individu dari setiap pengguna. Kunci ini akan merujuk pada HKEY_USER untuk mendapatkan pemakai yang sedang aktif.

HKEY_LOCAL_MACHINE

Berisikan berbagai simpanan pengaturan (setting) agar perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware) dan sistem operasi (Windows) dapat bekerja. Masalah keamanan, hak pengguna (user right), serta bagi-pakai data (data sharing) juga tersimpan pada kunci ini. Informasi konfigurasi tersebut berlaku untuk semua pengguna.

HKEY_USER

Berisikan berbagai informasi pengaturan yang sudah diatur oleh pengguna asali (default user, berisi root seluruh pengguna) juga pengguna yang Log In. Termasuk menginformasikan ikon, Menu Mulai (start menu), warna, huruf (font), desktop, dan pengaturan panel kontrol. HKEY_USER menyimpan mengenai informasi seluruh pengguna. Jadi berbeda dengan HKEY_CURRENT_USER yang khusus ntuk pengguna yang aktif saja.

HKEY_CURRENT_CONFIG

Berisikan berbagai konfigurasi perangkat keras yang terdapat pada HKEY_LOCAL_MACHINES\config.

HKEY_DYN_DATA

Kunci ini sebenarnya hanya terdapat pada Windows 9x dan tidak tersedia pada Windows XP. Kunci ini tidak tersimpan dalam diska keras (harddisk). Melainkan, tersimpan dalam memori RAM yang digunakan untuk mengontrol perangkat keras. Terutama untuk menangani tempel dan mainkan (plug and play).

Setelah mengenal kunci pada registry, sekarang waktunya untuk mengenal nilai (value) yang ada pada registry.

String Value (RED_SZ)

Merupakan jenis data fixed-length text string. Data nilai jenis ini akan menyimpan data dalam bentuk teks.

Binary Value (REG_BINARY)

Merupakan data jenis Binary. Berbagai informasi perangkat keras akan disimpan dalam bentuk data Binary dan ditampilkan dalam format hexadecimal oleh regedit.

DWORD Value (REG_DWORD)

Jenis data ini dapat menyimpan jenis data berupa angka maupun dalam bentuk integer atau hexadecimal. Data diwakili dengan angka sebesar 4 bytes.

Multi-String Value (REG_MULTI_SZ)

Merupakan jenis data Multiple String. Data jenis ini berisikan beberapa data yang dapat dibaca langsung. Nilai jenis ini hanya terdapat pada Windows XP, dan tidak ada pada Windows 9x.

Expandable String Value (REG_EXPAND_SZ)

Merupakan jenis data Variable-length data string. Data jenis ini juga tidak terdapat pada Windows 9x. Data jenis ini merupakan data string dengan variabel yang panjang yang terdiri dari variabel yang diperlukan oleh program atau layanan (service).

Demikian penjelasan singkat mengenai Registry Windows, semoga bermanfaat…

Baca Selengkapnya..

Penggunaan Perangkat Lunak Komputer Berbahasa Indonesia

Saat ini banyak bermunculan perangkat lunak komputer atau software yang sudah mendukung bahasa Indonesia. Contoh, sudah didukungnya tampilan antar muka berbahasa Indonesia dalam sistem operasi Windows XP, Vista dan yang belum lama ini diluncurkan yaitu Windows 7. Selain itu banyak pula sistem operasi yang open source, seperti IGOS, BlankOn, dan lain sebagainya, yang sudah terlebih dahulu mendukung bahasa Indonesia.

Dengan banyaknya program dan aplikasi komputer yang sudah mendukung bahasa Indonesia dalam tampilan antar mukanya, membuktikan bahwa bahasa Indonesia mulai dijadikan standar dukungan bahasa dalam program dan aplikasi. Hal ini sangat menguntungkan bagi kita, terutama Bangsa Indonesia yang selama ini masih tertinggal dalam urusan teknologi dan komunikasi dengan negara-negara lain.

Dengan banyaknya program dan aplikasi tersebut dapat membuat masyarakat bisa mengerti dan memahami teknologi komputer tanpa harus mengalami kesulitan, terutama mengenai bahasa dalam tampilan antar muka yang selama ini banyak didominasi oleh bahasa Inggris. Dan diharapkan, dengan bayaknya program ataupun aplikasi yang sudah mendukung bahasa Indonesia dapat memajukan dunia teknologi dan informasi di Indonesia.

Namun, masyarakat kita justru jarang menggunakan program-program yang sudah mendukung bahasa Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya Warnet, rental komputer, dan lainnya yang masih menggunakan perangkat lunak komputer berbahasa inggris. Padahal sudah ada beberapa perangkat lunak komputer yang mendukung bahasa Indonesia dalam program tersebut.

Contohnya, Mozilla meluncurkan peramban atau browser yaitu Firefox yang sudah menggunakan bahasa Indonesia, Google pun juga melakukan hal yang sama pada Google Chrome, di dalam aplikasi kantor pun juga demikian, seperti Microsoft Office dan OpenOffice.org yang sudah mendukung bahasa Indonesia dalam tampilan antar mukanya, bahkan aplikasi itu juga menyediakan fasilitas Ejaan dan tata bahasa dalam bahasa Indonesia yang akan memeriksa tata bahasa Indonesia yang kita tuliskan dan memperbaikinya secara otomatis bila terdapat kesalahan pengetikan dan lain sebagainya.

Pemerintah pun juga melakukan hal yang sama untuk memajukan dunia teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia dengan meluncurkan sistem operasi open source yaitu IGOS. Selain mendukung bahasa Indonesia dalam tampilan antar mukanya, sistem operasi ini masih dapat dikembangkan lagi karena memiliki kode sumber yang terbuka. Dan satu hal lagi adalah, sistem operasi ini dapat diperoleh dengan harga yang terjangkau atau bahakan gratis.

Dengan demikian, alangkah baiknya jika mulai sekarang kita gunakan perangkat lunak komputer yang menggunakan bahasa Indonesia. Dan lebih baiknya lagi kita dapat membuat program-program komputer dan bersaing dengan negara lain.

Baca Selengkapnya..

Ini adalah cerpen buatanku

Sepatu


     Cerita ini bermula pada suatu subuh, setelah selesai sholat, saya menyalakan komputer untuk mengerjakan tugas yang harus dikumpulkan hari itu juga. “Waduh....!! bagaimana ini, tugasnya belum selesai lagi!” gumamku. Selama kurang lebih 1 jam mengerjakan tugas itu, saya langsung bersiap-siap untuk berangkat sekolah. “Akhirnya, selesai juga tugasnya, waktunya siap-siap nih buat berangkat!”gumamku dalam hati. Setelah bersiap-siap untuk berangkat sekolah, saya menuju rak sepatu untuk memakai sepatu.

     Sesaat saya di rak sepatu, “Wah...!!! sepatu saya mana nih? Tadi malam kan masih ada!” tanyaku. “Bu, kok sepatu saya tidak ada? Semalam kan masih ada!” tanyaku kepada ibu. “Lupa kali kamu menyimpannya!” jawab ibuku. “Tidak kok. Soalnya semalam saya masih melihat sepatu saya.” jawabku. “Coba kamu cari dulu, siapa tahu ada yang memindahkan sepatumu.” Kata ibuku.

     Saat sedang mencari sepatu, ternyata jam sudah menunjukkan pukul 7. “Gawat, sudah jam 7, bisa-bisa saya terlambat nih.” Kejutku sambil melihat jam. “Kamu pakai sepatu kakakmu saja dulu, cuma untuk sehari saja.” Kata ibuku. Karena sudah Kesiangan, akhirnya saya menyetujuinya, tetapi saya belum melihat sepatu milik kakakku seperti apa. “Ini sepatunya, kamu pakai saja dulu. Ukurannya pas kok dengan kakimu.” Kata ibuku sambil menyerahkan sepatu milik kakakku.

     “Hah....!!! itu kan sepatu kerja Kak Sarip, Bu? Masa saya pakai sepatu itu buat sekolah.” Jawabku terkejut. “Soalnya tidak ada lagi sepatunya. Yang ada Cuma sepatu milik Kak Ida, memangnya kamu mau memakainya!” jawab ibuku. “Ya sudah, saya pakai sepatu kakak. Daripada saya tidak sekolah cuma gara-gara kehilangan sepatu.” Jawabku pasrah.

     Sesampainya di sekolah, bel sudah berbunyi. Saya langsung berlari menuju kelas. “Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di sekolah.” Kataku sambil menghela napas. “Tidak seperti biasanya kamu datang terlambat seperti ini!” tanya Budi, teman sebangku ku. “Ya nih. Saya datang terlambat gara-gara kehilangan sepatu, padahal semalam saya masih melihatnya kok. Sudah begitu, saya tidak punya sepatu ganti. Terpaksa saya pakai sepatu milik kakakku.” Jelasku kepada Budi.

     Budi pun melihat ke arah kaki ku untuk melihat sepatu kakakku. Sambil tertawa Budi menyindirku “Mau kerja ke mana Mas? Ha...ha...ha....”. “Aneh banget kamu pakai sepatu itu, modelnya aneh, mirip kapal selam. Ha...ha...ha....” ejek Budi. “sudah dong, jangan meledek saya terus. Saya jadi malu nih.” Jawabku pasrah.

     Kelas pun dimulai. Saya selalu teringat kata-kata Budi yang mengejekku karena memakai sepatu kakakku, sehingga membuat saya menjadi tidak dapat berkonsentrasi dalam belajar.

     Jam istirahat pun tiba. Saya dengan teman-teman yang lain ingin ke kantin untuk makan siang. Namun, perasaan tidak percaya diriku semakin besar. Setiap siswa yang berpapasan dengan saya selalu melihat ke arah sepatu kakakku sambil tertawa. “sepatunya aneh ya, saya sih malu kalau disuruh pakai sepatu seperti itu.” ejek Andi sambil menunjuk ke arahku. Saya hanya dapat menunduk. “Tidak usah dipikiri. Anggap saja dia iri sama kamu.” kata Tina sambil menghiburku. “benar Ti, tidak usah dipikiri.” Jawabku penuh semangat.

     Akhirnya kelas pun di mulai kembali. Dengan semangat, saya mengikuti pelajaran yang diajarkan tanpa terganggu lagi oleh pikiran mengenai sepatu kakakku.


Baca Selengkapnya..

Judul : 101 Rahasia Registry Windows XP
Penulis : Efvy Zamidra Zam
Tahun : 2006
Penerbit : Penerbit Gava Media
Tebal Halaman : 162 Hlm

Meningkatkan Kinerja Windows XP melalui Registry

Tahukah anda bagaimana cara meningkatkan kinerja sistem operasi Windows XP? Seperti mempercepat waktu booting Windows XP, mempercepat loading program, mempercepat shutdown, Windows berperangai UNIX, menstabilkan komputer, meningkatkan kinerja Windows XP dan lain sebagainya.

Dalam buku ini, penulis menjelaskan cara-cara tersebut dengan melakukan modifikasi terhadap Registry Windows XP.
Buku ini merupakan lanjutan dari buku pertama yaitu “101 Rahasia Registry Windows” dan merupakan trilogi dengan buku ketiga yaitu “Trik & teknik Tersembunyi Windows XP”.

Buku ini terdiri dari 3 bab, yaitu bab 1 berisi penjelasan tentang registry dan key-key yang terdapat pada registry. Bab 2 berisi 101 cara memodifikasi registry, sesuai dengan judul buku tersebut. Bab yang terakhir yaitu bab 3 berisi mitos seputar regitry.

Dalam setiap langkah dijelaskan dengan detil bagaimana cara melakukannya disertai dengan petunjuk gambar yang akan mudah dimengerti oleh pembaca. Selain itu pada setiap langkah, penulis menjelaskan apa tujuan dari langkah modifikasi tersebut, dan hasil yang akan didapat dari penerapan modifikasi tersebut.

Namun, terdapat beberapa kekurangan dalam buku ini. Seperti ada beberapa gambar yang tidak begitu jelas. Hal ini terlihat pada halaman 96, bagian mencegah kerusakan Windows XP. Pada bagian tersebut, penulis menulis bahwa data value berisi ffffff9d, namun pada gambar penjelasan, ternyata nilai tersebut adalah ffff9d. Hal ini sangat mengganggu dan harus segera diperbaiki, hal ini memperlihatkan tidak konsistennya penjelasan dengan gambar pendukung.

Secara keseluruhan, buku ini cukup baik dan wajib untuk dimiliki. Karena selain dapat meningkatkan kinerja komputer kita, juga dapat menambah pengetahuan kita tentang registry. Namun perlu diingat, kesalahan perubahan registry dapat menyebabkan ketidakstabilan kinerja komputer atau bahkan dapat merusak sistem operasi Windows XP, jadi harap berhati-hati dalam melakukan perubahan registry.

Baca Selengkapnya..

Bayangmu
Selalu dianganku
Walaupun dirimu
Tak akan pernah tahu

Bagaimana cara ku ungkapkan?
Untuk berkata suka kepadamu

Sanubariku
Yang rindu padamu
Bergetar selalu
Saat kehadiranmu

Bagaimana cara ku ungkapkan?
Untuk berkata cinta kepadamu

Mungkinkah kita saling berkata cinta
Mungkinkah kau terima rasa sayangku padamu

Biarkan saja ku simpan cinta ini
Sampai saat nanti ku ungkapkan
Biarkan saja ku simpan cinta ini
Sampai saat nanti kau pun tahu

Bagaimana caranya untuk berkata padamu
Dan mengungkapkan semua rasa cintaku padamu

Baca Selengkapnya..

Berikut ini adalah daftar kata baku dan kata tidak bakunya menurut abjad, berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan.

Kata Baku (Kata Tidak Baku)

A

aberasi (abrasi)
absorpsi (absorsi)
aki (accu)
adab (adap)
adidaya (adi daya)

B

batalion (batalyon)
baterai (baterei)
blangko (belangko)
bengkuang (bengkoang/bengkowang)
beterbangan (berterbangan)

C

cabai (cabe)
capai (cape/capek)
cengkih (cengkeh)
celurit (clurit)
cokelat (coklat)

D

debit (debet)
desain (desing/disain)
detergen (deterjen)
detail (detil/detel)
diagnosis (diagnosa/diagnose)

E

ekshibisi (eksebisi/eksibisi)
ekspor (eksport/export)
ekstrem (ekstrim)
episode (episod)
esai (essay/essai)

F

familier (familiar)
feri (ferri/fery)
formal (formil)
frase (frasa)
frustrasi (frustasi)

G

galeri (galerri/galery)
geladi bersih (geladi resik/gladibersih)
gaib (ghoib/ghaib)
glamor (glamour)
gerebek (grebek)

H

hakikat (hakekat)
hafal (hapal)
hipotesis (hipotesa)
hipotek (hipotik)
hierarki (hirarki)

I

ideologi (idiologi)
ijazah (ijasah)
izin (ijin)
ilusi (illusi)
impor (import)

J

jagat (jagad)
jenazah (jenasah)
jerembab (jerembap)
joging (jogging)
join (joint)

K

kedaluwarsa (kadaluwarsa)
kaidah (kaedah)
kayangan (kahyangan/khayangan)
kantong (kantung)
kaus (kaos)

L

lazim (lajim/lasim)
lafal (lapal/rapal)
laskar (lasykar)
legalisasi (legalisir)
lembab (lembap)

M

maaf (ma’af)
mabuk (mabok)
mag (maag)
magnet (mahnet)
magrib (maghrib)

N

napas (nafas)
naas (nahas)
nasihat (nasehat)
nanas (nenas)
nomor (nomer)

O

omzet (omset)
oranye (orange)
organisasi (organisir)
orisinal (orisinil)
orkestra (orkhestra/orchestra)

P

pankreas (pangkreas)
panitera (panitra)
paramedis (paramedik)
parasut (parasit)
pasfoto (pas foto/pas photo)

Q

qari (qori)
qariah (qoriah)
quran/alquran (qur’an)

R

ranking (rangking/rengking)
rapi (rapih)
rapor (rapot/raport)
razia (rasia/rajia)
rasional (rasionil)

S

sambal (sambel)
sanksi (sangsi)
saus (saos)
suplemen (saplemen/suplement)
satai (sate)

T

tapai (tape)
tetapi (tapi)
tobat (taubat)
teladan (tauladan/toladan)
teknik (tehnik)

U

urine (urin)
ustaz (ustadz)
ujian ulang (ujian ulangan)
ultramodern (ultra modern)
ukhrawi (ukhrowi)

V

vampir (vampire)
vanili (vanilli/panili)
varietas (varitas)
vaskular (vaskuler)
vila (villa)

W

---

X

---

Y

yudikatif (judikatif)
yudisial (judisial)
judo (yudo)
yunior (junior)
yurisdiksi (jurisdiksi)

Z

zamzam (zam-zam)
zig-zag (zigzag)
zina (zinah/jina)
zona (zone)
zigot (zygot/zigote)

Baca Selengkapnya..

Sistem informasi merupakan istilah yang saat ini sering kita dengar. Banyak dari kita yang langsung mengasosiasikan sistem informasi dengan komputer. Hal tersebut tidak salah, karena pada penerapan sistem informasi tersebut memang menggunakan salah satu komponen yaitu komputer dalam penerapannya.

Sebenarnya apa itu sistem informasi? Dikutip dari situs Wikipedia Indonesia, sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu.

Sistem informasi banyak diterapkan di bidang-bidang tertentu, seperti pada bidang akuntansi, geografi dan lain sebagainya. Kegunaan dari penerapan sistem informasi di bidang tertentu adalah untuk memudahkan dan mengefisienkan pekerjaan dalam bidang tersebut.

Di dalam sistem informasi terdapat suatu bidang yang saat ini sedang dikembangkan dan diteliti oleh para ilmuwan komputer dan pembuat program yaitu sistem pakar atau artificial intelligence (AI). Sistem pakar adalah suatu sistem yang dapat melakukan langkah-langkah atau solusi untuk memecahkan masalah yang di hadapi tanpa campur tangan dari manusia.

Sistem pakar ini banyak sekali berguna bila diterapkan di berbagai bidang. Seperti misalnya sistem pakar mengenai masalah penyakit. Jika pusat kesehatan masyarakat di pelosok yang selalu kekurangan dokter ahli lalu diterapkan sistem pakar tersebut, maka kesalahan mendiagnosa penyakit tersebut akan semakin berkurang dan memberikan solusi bagaimana penanganan pasien dengan penyakit tersebut.

Banyak negara-negara di dunia yang mengembangkan sistem pakar ini untuk kemajuan negaranya. Seperti di Jepang yang sangat antusias dalam mengembangkan sistem pakar ini. Begitu pula dengan negara-negara lainnya seperti Inggris, Amerika Serikat dan negara lainnya.

Namun untuk menerapkan sistem pakar ini di Indonesia masih sangat sulit untuk dilaksanakan. Hal ini disebabkan karena untuk mengembangkan sistem ini diperlukan biaya yang tidak sedikit, dan juga terbatasnya sumber daya manusia yang menguasai sistem ini.

Hal inilah yang merupakan tantangan bagi Indonesia untuk mengembangkan dan menerapkan sistem pakar.

Baca Selengkapnya..

Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi negara. Namun, kini keberadaannya mulai terancam atau bahkan dijajah oleh bahasa asing, terutama bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya. Bahasa Indonesia kini mulai redup di negeri sendiri, kalah bersaing dengan bahasa asing.
Kenapa bisa dikatakan demikian? Hal tersebut bisa kita lihat di sekitar kita dalam kehidupan sehari-hari. Banyak papan reklame, poster, selebaran dan lain sebagainya yang mencampurkan bahasa Indonesia dengan istilah-istilah dalam bahasa Inggris untuk memperkenalkan produknya atau mengumumkan informasi kepada masyarakat yang mungkin istilah-istilah tersebut sebenarnya terdapat padanannya dalam bahasa Indonesia.
Di dalam dunia pendidikan, bahasa Indonesia kalah bersaing dengan bahasa asing lain seperti bahasa Inggris, Jepang, Mandarin dan sebagainya. Banyak sekolah-sekolah, baik negeri maupun swasta yang menerapkan bahasa asing tersebut dalam kegiatan belajar mengajarnya. Seperti dilaksanakannya “English Day”, “Mandarin Day” dan sebagainya, yang ironisnya bahasa yang biasa digunakan sehari-hari yaitu bahasa Indonesia justru tidak diadakan hari berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Walaupun kegiatan tersebut baik diselenggarakan agar para siswa dan siswi dapat menguasai dengan baik dan lancar dalam menggunakan bahasa asing, namun di sisi lain justru melupakan penggunaan bahasa ibu mereka yaitu berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
Penggunaan istilah-istilah dalam bahasa Indonesia saat ini pun di berbagai acara sudah mulai dikesampingkan. Banyak seminar-seminar yang digelar mengenai Indonesia memiliki tajuk seminar dalam bahasa Inggris. Padahal pembicaranya adalah orang Indonesia, pesertanya pun juga orang Indonesia dan berkomunikasinya pun juga dengan bahasa Indonesia.
Dalam dunia kerja pun, bahasa Inggris pun lebih diutamakan dibanding dengan bahasa Indonesia. Padahal sebenarnya dalam prakteknya, para pekerja tersebut lebih banyak bersosialisasi dan melakukan pekerjaannya dengan sesama orang Indonesia.
Demikian pula di dalam dunia teknologi informasi. Di Indonesia, sebagian besar perangkat lunak komputer masih berbahasa Inggris. Padahal sebenarnya terdapat beberapa perangkat lunak yang sudah menerapkan bahasa Indonesia dalam produk mereka. Sebagai contoh, Microsoft telah mengeluarkan Windows XP berbahasa Indonesia dan versi-versi selanjutnya setelahnya walaupun hanya sebatas dalam tampilan antar mukanya saja atau sistem operasi lainnya yang juga berbahasa Indonesia seperti BlankOn, IGOS, Trustix Merdeka dan lain sebagainya. Namun sepertinya masyarakat kita justru masih enggan untuk menggunakannya dan lebih senang menggunakan perangkat lunak yang berbahasa Inggris. Padahal, banyak yang berpendapat apabila perangkat lunak dibuat berbahasa Indonesia akan memajukan teknologi informasi di Indonesia.
Di sisi lain, saat ini sedang digalakkan penggunaan istilah dunia komputer dan internet dalam bahasa Indonesia. Hal ini dilakukan agar dapat menolong masyarakat yang belum mampu menguasai bahasa Inggris agar mampu memahaminya dan juga untuk memperkaya dan memperlengkap istilah dan perbendaharaan kata dalam bahasa Indonesia. Seperti misalnya istilah mouse yang diartikan menjadi tetikus, e-mail diartikan sebagai pos-el, online diartikan sebagai daring (dalam jaringan), offline diartikan sebagai luring (luar jaringan), download diartikan sebagai unduh, upload diartikan sebagai unggah, homepage diartikan sebagai laman dan lain sebagainya. Namun sekali lagi, penggunaannya masih kurang begitu diminati oleh masyarakat yang lebih menyenangi istilah-istilah tersebut dalam bahasa Inggris.
Apa yang salah dengan bahasa Indonesia? Kenapa dengan bahasa Indonesia?
Jawaban tersebut sebenarnya dapat kita lihat dalam diri kita. Kita sebagai orang Indonesia lebih senang menggunakan istilah-istilah dalam bahasa asing terutama bahasa inggris dibanding dengan bahasa Indonesia agar dapat meningkatkan status sosial agar di pandang sebagi orang yang berpendidikan tinggi, berpengetahuan luas dan mengangkat citra diri orang tersebut agar lebih terlihat modern. Selain itu, kesetiaan orang Indonesia dalam menggunakan kata-kata Indonesia patut dipertanyakan. Hal ini terlihat dari kesukaan orang Indonesia menggunakan istilah-istilah bahasa asing, terutama bahasa Inggris dibandingkan dengan istilah-istilah dalam bahasa Indonesia.
Sekarang ini banyak negara lain yang mempelajari bahasa Indonesia sebagai bahasa asing pada sektor pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga tingkat tinggi, seperti di Malaysia, Singapura, Australia dan negara lainnya. Hal tersebut menandakan bahwa bahasa Indonesia sudah semakin diminati oleh masyarakat dunia. Seharusnya kita bangga sebagai bangsa Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kita seharusnya malu dan lebih menghargai bahasa sendiri.
Jadi, marilah kita selalu berbahasa Indonesia, dimulai dari yang paling sederhana dengan selalu menggunakan istilah dalam bahasa Indonesia, dan ingat, jangan selalu menggunakan istilah-istilah dalam bahasa asing dan mencampurkannya dengan bahasa Indonesia yang sesungguhnya terdapat padanan katanya dalam bahasa Indonesia.
Mari kita selamatkan bahasa Indonesia dan selalu bangga dalam berbahasa Indonesia.

Baca Selengkapnya..
Langganan: Postingan (Atom)